Main Game Memang Asyik Tapi…

Ada lho, orang yang kuat main game seharian. Duduk menghadap komputer atau laptop seolah nggak ada pegelnya. Nggak bosan. Kalau sudah hanyut ke dunia permainan seolah lupa waktu. Pagi, siang, sore, dan malam. Terus main game. Bahkan sampai subuh. Istirahat sebentar, tidur, eh shalat shubuh kesiangan. Saat bangun siang, dilanjutkan lagi main game. Innalillahi..

Maniak banget. Kelihatannya gatal kalau nggak main game. Nggak kuat. Hidup serasa hampa tanpa game mania. Pinginnya terus main. Tanpa henti sampai mati. Rela mengorbankan waktu belajar. Rela mengeluarkan biaya jika alat nge-game-nya harus nyewa. Rela mengeluarkan uang berapa pun jumlahnya. Waduh!

Sementara mengeluarkan uang untuk sedekah harus mikir seratus kali, bahkan seribu kali. Sedekah atau tidak? Sedekah atau tidak? Berulang kali pertanyaan seperti ini berkelebat di kepala. Ujung-ujungnya nggak jadi sedekah. Kalau pun sedekah hanya sekedarnya saja. Itu pun ngedumel luar biasa.

Ada teman pinjam uang karena butuh untuk bayaran sekolah, eh tidak dikasih. Tetangga sakit nggak ada uang untuk periksa ke dokter, malah cuek saja. Anak tetangga nangis pingin jajan, dibiarin seolah-olah nggak tahu apa-apa.

Tapi kalau untuk main game, rogoh kocek berapa pun rela. Tak peduli harus mengeluarkan uang berapa pun jumlahnya, asal bisa nge-game, tak jadi masalah. Yang penting ambisi terpenuhi, keinginan hati terlampiaskan melalui permainan. Bahkan uang spp sekolah/kuliah pun diembat demi game.

Apa tidak salah?

Sikap mental seperti ini mesti diperbaiki. Bahaya bagi masa depan. Bagaimana tidak, belajar, sekolah atau kuliah, terganggu semuanya. Uangnya terkuras dan waktunya tersita untuk itu semua.

Bayangkan saja kalau ke sekolah/kuliah bawa-bawa laptop dan joystick permainan, sebelum masuk kelas nge-game, istirahat nge-game, dan pulang ke rumah nge-game lagi. Asyik banget seolah tak ada bosannya. Bahkan saat belajar di kelas mencuri-curi waktu untuk nge-game. Astaghfirullah..

Keasyikan semacam ini patut diwaspadai, karena merupakan sikap mental yang tidak baik. Merugikan. Melenakan. Melalaikan. Mengabaikan yang lain. Lebih jauhnya bisa menghancurkan masa depan. Tak ada lagi semangat belajar untuk mengejar cita-cita. Yang penting asyik main game. Emha Ainun Najib mengatakan, “Keasyikan adalah level tertentu dari kemalasan.”

Nah, berarti sikap seperti ini harus diperbaiki. Harus dibenahi. Harus diluruskan. Diberikan pemahan yang benar. Pemahaman tentang arti hidup. Tentang prioritas. Tentang kewajiban belajar. Tentang pentingnya ilmu. Tentang ibadah. Tentang tujuan hidup. Boleh main game tapi jangan sampai melupakan yang lain, apalagi sampai melalaikan ibadah, shalat, belajar, lupa makan dan minum. Ini mesti diperhatikan. Awas belajar jangan terlalaikan.

Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan tercela, dari lemah dan malas, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari dari rasa susah dan sedih, aku berlindung kepada-Mu dari rasa lemah dan malas…” (HR Abu Dawud)

Salam, Jauhar al-Zanki

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s